Mengenal Sosok Laila Muflia Wahyu Linggarti:
Mahasiswa KIP-K UNEJ yang berhasil menyelesaikan studi dengan IPK 3,87 dan
mengubah kesempatan menjadi prestasi.
Laila Muflia Wahyu Linggarti, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas jember angkatan 2022. Aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial di masyarakat, berhasil meraih sejumlah prestasi di bidang akademik dan nonakademik, menghasilkan publikasi ilmiah.
Prestasi akademik sering kali menjadi salah satu ukuran keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi. Namun, perjalanan seorang mahasiswa tentu tidak hanya dapat dilihat dari angka pada nilai. Ada pengalaman, organisasi, pengabdian, kompetisi, hingga proses belajar yang turut membentuk perjalanan tersebut. Salah satunya adalah Laila, di tengah perjalanan akademiknya, ia tidak hanya berfokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif mengikuti organisasi, kegiatan volunteer, kompetisi. Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan yang diberikan melalui pendidikan dapat berkembang menjadi berbagai pengalaman dan pencapaian ketika dimanfaatkan dengan sebaik mungkin."Dari kecil orang tua selalu bilang, kalau bisa sekolahnya dapat beasiswa ya. Itu yang akhirnya jadi penyemangatku sampai sekarang," ungkapnya. Harapan itu akhirnya terwujud. Ia berhasil memperoleh beasiswa sejak bangku SMP hingga akhirnya menjadi salah satu penerima KIP-Kuliah saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Dari Rumah Tumbuh Sebuah Mimpi
Lahir di Banyuwangi, Laila tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pedagang di Bali dengan penghasilan yang tidak menentu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang sesekali bekerja sebagai buruh menjahit manik-manik kebaya. Kondisi tersebut membuat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya dan keluarga.
Ketika
dinyatakan lolos sebagai penerima KIP-K, rasa senang dan syukur menjadi hal
pertama yang dirasakan. Baginya, KIP-K tidak hanya membantu dalam memenuhi
kebutuhan selama kuliah, tetapi juga memberikan ketenangan karena beban biaya
pendidikan orang tua menjadi lebih ringan. Dengan pendapatan ayah yang tidak
menentu, keberadaan KIP-K memberikan ruang baginya untuk lebih fokus menjalani
perkuliahan sekaligus berbagai kegiatan. Beasiswa ini membantu meringankan
beban ekonomi keluarga melalui pembiayaan UKT dan bantuan biaya hidup, KIP-K
juga membuka banyak kesempatan untuk berkembang melalui berbagai aktivitas
kemahasiswaan. Salah satunya adalah bergabung dengan PAMADIKSI. Organisasi ini
menjadi tempat baginya untuk belajar kepemimpinan, memperluas relasi, sekaligus
mengembangkan kemampuan di luar kegiatan akademik.
Pernah Minder Tetapi Memilih untuk Terus Berkembang
Menjadi mahasiswa KIP-K tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Ia mengakui bahwa dirinya pernah merasa minder ketika melihat kondisi teman-teman yang berbeda dengannya. Ada kesempatan yang bagi sebagian orang mungkin dapat diambil dengan lebih mudah, sementara dirinya harus mempertimbangkan berbagai hal, terutama dari sisi biaya.
Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai memahami bahwa setiap orang memiliki kondisi dan jalan masing-masing. Daripada terus membandingkan diri dengan orang lain, ia memilih untuk fokus pada perkembangan dirinya sendiri. “Aku yakinin diri kalau keterbatasan bukan berarti nggak bisa berkembang.” Ujar Laila.
Ia mulai berusaha mengambil berbagai kesempatan yang masih dapat dilakukan dan sesuai dengan kemampuannya. Dari sanalah pengalaman, pengetahuan, relasi, dan kepercayaan diri mulai terbentuk. Menurutnya, berbagai pengalaman yang diperoleh bukan karena semuanya berjalan dengan mudah, melainkan karena ia memilih untuk tetap berkembang dan tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti.
Tidak Hanya Mengejar Akademik
Laila tidak ingin masa kuliahnya hanya dihabiskan untuk mengejar nilai akademik. Menurutnya, kesempatan untuk berkuliah juga merupakan kesempatan untuk belajar dari berbagai pengalaman di luar ruang kelas. Keinginan tersebut mendorongnya untuk aktif dalam organisasi, volunteer, dan kompetisi, antara lain:
- Koordinator Fakultas Kesehatan Masyarakat dalam PAMADIKSI UNEJ
- Ketua Umum UKM Lingkar Penelitian dan Penalaran (LENTERA) FKM UNEJ
- Ketua Divisi Penelitian Komunitas Penggiat Promosi Kesehatan Masyarakat FKM UNEJ
- Mahasiswa Peduli Stunting BKKBN Jawa Timur
- Volunteer Pendampingan Ibu Hamil Geliat UNAIR x UNICEF, dengan melakukan pendampingan dan pemantauan selama enam bulan.
- Silver Medals National Essay Competition, UKM PP Politeknik Negeri Malang, 2024
- Juara 2 Video Kreatif Dakwah Islamic Day, UKMKI Ash-Shihah FKM Universitas Jember, 2022
- Juara 2 Innovation Science Environmental, Teknik Lingkungan Universitas Jember, 2021
- Best Presentation Chemical Paper Competition, Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, 2020
- Juara 1 National Scientific Paper Competition, Universitas Muhammadiyah Malang, 2020
- Juara 1 Environment Paper Competition, Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang, 2020
- Juara 1 Industrial Research Competition, Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, 2019
Deretan pencapaian tersebut menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang karya ilmiah, lingkungan, kesehatan, dan komunikasi.
Menjaga Prestasi di Tengah Berbagai
Kesibukan
Salah satu hal terpenting untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan lainnya adalah manajemen waktu. Ada tiga hal yang menjadi prinsipnya yaitu:
Mengatur prioritas dan waktu. Ia terbiasa membuat daftar atau jadwal untuk menentukan kegiatan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, terutama ketika harus membagi waktu antara tugas akademik dan kegiatan lainnya.
2. Mengerjakan tugas lebih awal. Sebisa
mungkin tugas dicicil atau diselesaikan sebelum mendekati deadline. Dengan
begitu, ketika ada kegiatan lain, tugas kuliah tidak sampai menumpuk.
3. Menyesuaikan kegiatan dengan kapasitas
diri. Menurutnya, mengambil kesempatan memang penting, tetapi tetap harus
mempertimbangkan kemampuan dan waktu yang dimiliki agar semuanya dapat berjalan
dengan seimbang.
Ia juga pernah mendapatkan nilai yang tidak sesuai harapan. Rasa kecewa tentu muncul, tetapi tidak dibiarkan begitu saja. Setelahnya, ia memilih melakukan evaluasi dan merenungkan apa yang masih kurang untuk kemudian diperbaiki.
Lulus Bukan Berarti Berhenti Belajar
Setelah menyelesaikan pendidikan, Laila awalnya berencana mencari pengalaman di dunia kerja sekaligus terus mengembangkan diri dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah. Menariknya, kesempatan tersebut datang bahkan sebelum dirinya resmi menyandang gelar sarjana. Ia telah mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebelum wisuda. Kini, fokusnya adalah menjalani pekerjaan tersebut dengan sebaik mungkin, terus belajar, dan mengembangkan kemampuan melalui pengalaman baru. Baginya, kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru untuk menerapkan apa yang telah dipelajari selama menjadi mahasiswa.
Pesan untuk Pejuang KIP-Kuliah
Menutup
kisah perjalanannya, ia memiliki pesan sederhana untuk mahasiswa KIP-K lainnya.
“Jangan minder sama
keadaan atau latar belakang kita. Fokus aja sama proses dan perkembangan diri
sendiri. Manfaatkan kesempatan yang ada, jangan takut mencoba hal baru, dan
tetap yakin kalau kita juga punya kesempatan untuk berkembang.”
KIP-K
memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Namun, bagaimana kesempatan
tersebut digunakan untuk berkembang kembali menjadi pilihan masing-masing
mahasiswa. Karena pada akhirnya, pencapaian bukan hanya tentang seberapa tinggi
seseorang sampai, tetapi juga tentang bagaimana ia memanfaatkan setiap
kesempatan yang dimiliki untuk terus bertumbuh.


0 Komentar